Setiap guru pasti berharap dan berusaha untuk membuat
siswa-siswanya menjadi mengerti dan paham terhadap segala pelajaran yang
disampaikannya. Secara teori ada berbagai macam cara agar tujuan pembelajaran
tersebut dapat tercapai, seperti dengan menggunakan media pembelajaran, berbagai
model pembelajaran dan lain-lain. Salah satu cara agar tujuan tersebut tercapai
adalah dengan cara membuat suasana pelajaran tersebut menjadi menyenangkan.
Bagaimana suatu pembelajaran yang menyenangkan tersebut? Secara sederhana pembelajaran yang
menyenangkan adalah pembelajaran yang membuat orang yang terlibat dalam
pembelajaran tersebut menjadi senang. Karena dengan kesenangan tersebut dapat
meningkatkan kesuksesan tercapainya suatu pembelajaran. Seperti yang dikatakan (2009)
pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan Socio emotional climate
positif. Peserta didik merasa bahwa proses belajar yang dialaminya bukan sebuah
derita yang mendera dirinya, melainkan berkah yang harus disukurinya. Belajar
bukanlah tekanan jiwa pada dirinya, namun merupakan panggilan jiwa yang harus
ditunaikannya.
Tetapi Pembelajaran
menyenangkan bukan berarti selalu diselingi dengan lelucon, banyak bernyanyi atau
tepuka tangan yang meriah, tetapi pembelajaran yang menyenangkan itu dapat
dikatakan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks, bebas dari tekanan,
aman dan menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh,
perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat,
perasaan gembira, konsentrasi tinggi. Sementara sebaliknya pembelajaran menjadi
tidak menyenangkan apabila suasana tertekan, perasaan terancam, perasaan
menakutkan, merasa tidak berdaya, tidak bersemangat, malas/tidak berminat,
jenuh/bosan, suasana pembelajaran monoton, pembelajaran tidak menarik siswa. (Dra.
Indrawati, M.Pd dan Drs. Wawan Setiawan: 2009)
Kenapa pembelajaran
yang menyenangkan dapat mempengaruhi tingkat kesuksesan suatu pembelajaran? Karena Kejenuhan belajar dapat menimbulkan dampak buruk pada kondisi
psikologis individu dan pencapaian prestasinya. Cherniss (1980:65)
mengungkapkan bahwa dampak psikis dari kejenuhan akan berakibat pada kemandekan
pencapaian prestasi individu secara personal, akademik,sosial atau
professional.
Sedangkan Sugara (2011 : 19)
mengemukakan bahwa dampak dari kejenuhan belajar adalah menjadikan siswa
tidak produktif dalam belajar dan potensi yang dimilikinya terhambat.
Selain itu, bentuk resistensi lain dari kejenuhan belajar juga mengakibatkan
proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan tidak kondusifnya iklim emosional
di dalam kelas. Hal ini terjadi karena siswa mengalami keletihan secara fisik,
mental dan emosional.
Apabila kejenuhan tersebut
dibiarkan berlarut-larut, maka hampir dapat dipastikan tujuan pembelajaran
tersebut semakin menjauhi standar keberhasilan yang sudah ditetapkan.
Bagaimana cara membuat suatu
pembelajaran tersebut menjadi menyenangkan? Seperti pendapat Linanurley dalam
blognya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pendidik atau guru agar suasana
pembelajaran menjadi menyenangkan, yaitu :
1. Menyapa
siswa dengan ramah dan bersemangat
Menciptakan
awal yang berkesan sangat penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya.
Jika awalnya baik, menarik, dan memikat, maka proses pembelajaran akan lebih
hidup dan menggairahkan.
Dengan hal
tersebut, di setiap awal pertemuan pembelajaran guru harus memberikan sapaan
yang membuat siswa bersemangat misalnya “Selamat pagi anak-anak, apa kabar hari
ini? Sudah pada sarapan semuanya? Haayoo, yang lemas jawabnya berarti belum
sarapan ya ?” dengan pertanyaan seperti itu atau pertanyaan yang lain
sebagainya berlaku positif dapat membangkitkan semangat siswa untuk dapat
memulai pelajarannya di hari itu. Dan dengan perilaku guru yang ramah, siswa
merasa lebih dekat dengan gurunya dan dapat membuat siswa lebih aktif.
2. Menciptakan
Suasana Rileks
Menciptakan
suasana rileks dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. Hal ini dapat
dilakukan seperi menata ruang kelas dibentuk secocok mungkin, mengatur
ventilasi dan tata cahaya. Selain itu hal yang berkenaan siswa jika ada
kesalahan ketika menjawab sebuah pertanyaan dari guru jangan di tegur atau di
marahi tapi guru hanya dapat menjawab “tidak apa-apa, namanya juga belajar.”
Dengan demikian siswa tidak akan takut untuk mencoba menjawabnya lagi dilain
waktu.
3. Memotivasi
Siswa
Pembelajaran
tidak akan bermakna jika para siswa tidak termotivasi untuk belajar. Maka dari
itu perlunya dorongan untuk membangkitkan siswa. Guru wajib berupaya sekeras
mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Secara khusus guru perlu
melakukan berbagai upaya secara nyata untuk meningkatkan motivasi belajar
siswanya, misalnya berupa stimulus model pembelajaran yang menarik memungkinkan
respon yang baik dari siswa. Respon yang baik tersebut akan membuat siswa
menjadi terdorong untuk mengikuti proses pembelajaran dengan penuh perhatian
dan antusias tanpa mengikuti pembelajaran dengan terpaksa atau asal-asalan.
4. Menggunakan
Ice Breaking
Tujuan ice
breaking adalah pencair suasana agar dalam kondisi yang optimal. Semua guru
tentunya pernah mengalami situasi belajar yang beku dan membosankan. Dengan
adanya ice breaking dapat dilakukan pada awal jam masuk atau saat jam terakhir
ketika siswa sudah merasakan kejenuhan.
Ice
breaking dapat mengembalikan konsentrasi siswa yang sudah tidak fokus. Ice
breaking dapat dilakukan kurang lebih 15 menit. Ice breaking bisa berupa
yel-yel, menyanyi, gerak dan gerak lagu, gerak anggota badan dan games.
5. Menggunakan
Metode yang Bervariatif
Metode
adalah cara atau teknik untuk mencapai tujuan khusus tertentu. Karena dalam
pembelajaran itu biasanya terdapat lebih dari satu metode yang digunakan.
Meskipun pada dasarnya satu metode bisa digunakan untuk mencapai lebih dari
satu tujuan, akan tetapi untuk pertimbangan variasi dan motivasi belajar siswa
sebaiknya pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi.
Dengan
metode yang bervariatif guru tidak hanya terpaku menggunakan satu metode saja
tetapi dapat melakukan beberapa metode seperti metode ceramah, selain itu
metode Tanya jawab, metode diskusi, metode latihan, metode demonstrasi dan
eksperimen, metode karyawisata, metode kerja kelompok. Dari satu metode guru
dapat melakukan dengan hal yang berbeda dan hrus lebih kreatif lagi.
6. Pemilihan
Media Pembelajaran
Menentukan
jenis media pembelajaran harus diperhatikan dengan benar, yang akan guru buat
itu apakah semacam alat bantu guru dalam mengajar (presentasi) ke siswa atau
kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa untuk belajar mandiri di rumah atau
sekolah.
Hal senada
juga dikatakan ef.co.id dalam blognya, Dia memberikan 3 tips untuk menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan yaitu :
1. Dekorasi ruanganBuatlah ruang kelas terlihat ceria dengan memberikan berbagai hiasan pada dinding kelas. Selain sebagai dekorasi, hiasan dinding ini juga bermanfaat untuk membantu proses belajar mengajar. Misalnya, tempelkan berbagai gambar hewan atau tumbuhan pada dinding kelas, dan berikan keterangan dalam bahasa inggris. Secara tidak langsung, anak akan mengenal bahasa inggris dari berbagai hewan dan tumbuhan yang tertempel pada dinding. Cara ini akan lebih efektif dibandingkan meminta anak menghafalkannya dari kamus.
2. Manfaatkan beragam media
Guru bisa memanfaatkan berbagai media untuk membantunya mengajar, misalnya seperti menggunakan boneka peraga saat ingin mengajar dengan cara mendongeng. Selain itu, guru juga bisa mengajak muridnya menyaksikan berbagai video anak-anak yang menggunakan bahasa inggris.
3. Cara mengajar
Ingatlah bahwa anak lebih suka bermain daripada belajar, karena itulah guru harus mampu membuat suasana belajar seperti sedang bermain. Guru juga bisa memperkenalkan berbagai kosakata melalui lagu. Ajak murid menyanyikan lagu yang berisi berbagai kosakata benda yang ada disekitarnya.
Suasana kelas yang menyenangkan, akan membuat anak menjadi lebih bersemangat setiap kali akan berangkat ke lembaga kursus untuk belajar.
Indien
juga berpendapat lewat blognya, Dia menjelaskan ada 8 cara untuk membuat
pembelajaran menjadi menyenangkan, yaitu :
1.
Menggunakan
Keterampilan Bertanya
Keterampilan
bertanya sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap
tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas
pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.
2.
Memberi
Penguatan
Penguatan
merupakan respons terhadap suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan
terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal
berupa kata-kata dan kalimat pujian dan secara non verbal yang dilakukan
dengan gerakan mendekati peserta didik dan kegiatan yang menyenangkan.
Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap
pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan membina
perilaku yang produktif.
3.
Mengadakan
Variasi
Mengadakan
variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran
untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun , dan
penuh partisipasi.
4.
Menjelaskan
Penggunaan
penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus
diperhatikan, yaitu:
- Perencanaan meliputi isi pesan yang akan disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik.
- Penyajian dapat menggunakan pola induktif yaitu memberikan contoh terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan umum dan pola deduktif yaitu hukum atau rumus dikemukakan lebih dahulu lalu diberi contoh untuk memperjelas rumus dan hukum yang telah dikemukakan.
5.
Membuka
dan menutup pelajaran
Membuka dan
menutup pelajaran yang dilakukan secara profesional akan memberikan
pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan
suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan
menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri
sepenuhnya pada pelajaran yang akan disajikan.
6. Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses
yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk
mengambil kesimpulan-kesimpulan dan memecahkan masalah
7.
Mengelola
Kelas
Pengelolaan
kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang
kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah;
kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada
hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri.
8.
Mengajar
Kelompok Kecil dan Perorangan
Pengajaran
kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang
memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan
menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun
antara peserta didik dengan peserta didik.
Dari berbagai uraian di atas, terdapat berbagai macam
cara untuk dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Atau mungkin ada tambahan dari teman-teman sesame
guru. Itu tinggal bagaimana kita menerapkannya di tempat tugas kita
masing-masing.

0 Response to "Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan"
Post a Comment