Thursday, January 19, 2017

Contoh RPP Model Numbered Heads Together (NHT) dan Langkah-Langkahnya



Salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran di sekolah kurang meningkatkan kreatifitas siswa. Masih banyak tenaga pendidik yang menggunakan metode konvensional secara monoton dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif dan keaktifan hanya didominasi oleh seorang guru

Saat ini apakah anda berprofesi sebagai guru atau pendidik? Jika iya cobalah anda sekilas mengenang masa-masa ketika anda masih duduk dibangku sekolah, baik SD, SMP maupun SMA.


Pernahkah anda merasa bosan saat anda mengikuti jam pelajaran dikelas anda? Mungkin anda merasa tertekan? Atau mungkin anda sulit menerima materi pelajaran dikelas saat guru anda sedang memeri materi?
Sekarang cobalah anda berfikir, apakah siswa anda merasakan hal yang sama dengan yang anda rasakan tersebut? Mudah-mudahan siswa-siswa anda tidak merasakan hal-hal negatif saat Proses pembelajaran yang anda laksanakan berlangsung.

Namun perlu anda ketahui jika anda saat menyampaikan materi menggunakan model pembelajaran yang tidak disukai siswa maka tidak menutup kemungkinan siswa anda akan bosan saat mengikuti jam pelajaran anda, lalu bagaimana solusi

agar pembelajaran anda disukai siswa-siswa dan kedatangan anda dinanti-nanti siswa anda?

Banyak faktor sebenarnya, namun salah satu faktor tersebut adalah penggunaan model pembelajaran yang menyenangkan dan mampu membuat siswa merasakan dirinya dihargai kemampuannya.

Jadi pada intinya seorang guru harus kreatif dalam menerapkan model pembelajaran yang tepat dan bervariasi antara materi satu dengan materi lainnya, mengapa?

Karena tidak semua model pembelajaran efektif untuk semua materi, ada kalanya terdapat materi yang cocok diterapkan dengan model pembelajaran X namun tidak cocok diterapkan untuk materi lainnya.

Salah satu model pembelajaran yang dapat anda terapkan di sekolah dasar adalah model Number Head Together (NHT) atau model  Kepala Bernomor Terstruktur. Apa pengertian model NHT? Bagaimana langkah-langkahnya penerapannya? Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

A.    Pengertian Model NHT
Kepala bernomor terstruktur merupakan salah satu dari metode kooperatif learning yang merupakan pengembangan dari metode Number Head Together. Pembelajaran kooperatif itu sendiri bergantung pada kelompok-kelompok kecil si pelajar. Meskipun isi dan petunjuk yang diberikan oleh pengajar mencirikan bagian dari pengajaran, namun pembelajaran kooperatif secara berhati-hati menggabungkan kelompok-kelompok kecil sehingga anggota-anggotanya dapat bekerja bersama-sama untuk memaksimalkan pembelajaran dirinya dan pembelajaran satu sama lainnya. Masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari apa yang disajikan dan membantu teman anggotanya untuk belajar. Ketika kerja sama ini berlangsung tim menciptakan atmosfir pencapaian dan selanjutnya pembelajaran ditingkatkan (Karen L Medsker and Kristina M, Holdworth. 2016 :287)

Menurut Muhammad Nur (2005) model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada dasarnya merupakan sebuah variasi diskusi kelompok dengan ciri khasnya adalah guru hanya menunjuk seorang siswa yang mewakili kelompoknya tanpa memberitahu terlebih dahulu siapa yang akan mewakili kelompoknya tersebut. Sehingga cara ini menjamin keterlibatan total semua siswa. Cara ini upaya yang sangat baik untuk meningkatkan tanggung jawab individual dalam dalam diskusi kelompok. Namun adapun perbedaan yang mendasar antara kedua model ini adalah, Pada pembelajaran Numbered Heads Together Structure ini, siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama. Sedangkan Numbered Heads Together, guru hanya memanggil salah satu siswa untuk masuk kedepan dan melaporkan hasil kerjasama kelompoknya.

Model pembelajaran kepala Bernomor Struktur diartikan sebagai sebuah model belajar dimana para siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok kecil dan diberikan nomor, masing-masing nomor siswa tersebut diberikan tugas yang tidak sama dan nantinya setiap siswa yang nomornya sama dapat bergabung dengan kelompok lain untuk melakukan kerja sama.

Model NHT memiliki tiga tujuan yang diharapkan tercapai dalam pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Muhammad Nur (2005), yaitu :
1)    Hasil belajar akademik struktural, ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik,
2)  Pengakuan adanya keragaman, ini bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya dalam tugas-tugas akademik.
3)      Pengembangan keterampilan social, ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.

Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja sama dalam kelompok dan sebagainya.

Menurut Lie (1999) pembelajaran ini mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka. Tekni ini dapat diberikan pada semua mata pelajaran dan berbagai tingkat usia.

B.     Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together Structure
Apabila anda ingin mempraktikan model pembelajaran ini, maka anda dapat mengikuti langkah-langkah dalam model pembelajaran kepala bernomor struktur berikut ini :
1)      Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
2)    Guru membentuk siswa menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing siswa dalam setiap kelompoknya diberikan nomor
3)      Guru memberikan tugas untuk semua siswa sesuai dengan nomor yang dimiliki siswa, dan tugas tersebut berangkai. Sebagai Contoh : siswa yang memiliki nomor satu bertugas untuk mencatat soal. Siswa yang memiliki nomor dua bertugas untuk mengerjakan soal dan siswa yang memiliki nomor tiga bertugas untuk melaporkan hasil pekerjaan begitu seterusnya
4)      Guru dapat menyuruh siswa kerja sama antar kelompok jika hal tersebut dipandang perlu, adapun teknisnya adalah siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa yang memiliki nomor yang sama dari keompok lain. Pada kesempatan ini para siswa dengan tugas yang sama diberikan keleluasaan untuk dapat saling membantu ataupun mencocokan hasil kerjasama yang telah mereka lakukan.
5)      Melaporkan hasil kerja kelompok dan pemberian tanggapan dari kelompok yang lain
6)      Kesimpulan

Namun seperti yang sudah dipaparkan di atas, tidak semua model pembelajaran sesuai dengan materi pelajaran tertentu. Model pembelajaran NHT juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari model NHT antara lain :
1)      Setiap siswa menjadi siap semua.
2)      Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
3)      Mengembangkan rasa saling memiliki dan kerjasama.
4)      Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain.
5)      Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi
6)      Menghilangkan kesenjangan antara yang pintar dengan tidak pintar.
Sedangkan kekurangannya antara lain :
1)      Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2)      Waktu yang dibutuhkan semestinya banyak.
3)      Ada siswa yang takut diintimidasi bila Memberi nilai jelek kepada anggotanya (bila kenyataannya siswa lain kurang mampu menguasai materi)
4)      Ada siswa yang mengambil jalan pintas dengan meminta tolong pada temannya untuk mencarikan jawabnya, akibatnya mengurangi poin pada siswa yang membantu dan dibantu .
5)      Apabila pada satu nomer kurang maximal mengerjakan tugasnya, tentu saja mempengaruhi pekerjaan pemilik tugas lain pada nomer selanjutnya.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jelas tentang susunan rencana pembelajaran dengan menggunakan model NHT silakan download contoh RPP dengan model NHT pada link di bawah ini :

RPP I 
RPP 2
RPP 3

Sumber : 

No comments:

Post a Comment

Contoh RPP dan Pengertian Model Pembelajaran Inquiry

Suatu pembelajaran biasanya akan lebih efektif jika suatu pembelajaran tersebut didesain supaya menyenangkan bagi siswa. Salah satunya yait...