Friday, March 16, 2018

Pembelajaran yang Menyenangkan dengan Permainan

Pendidikan tidak pernah lepas dari kehidupan dari masa ke masa. Dari masa kids zaman old hingga kids zaman now yang serba canggih. Terlebih penting lagi, pendidikan pada masa sekolah dasar sangatlah penting untuk pondasi pendidikan yang kuat siswa dalam menjalani proses pendidikan selanjutnya.

Tujuan kita sebagai guru tentu saja membuat pembelajaran di suatu kelas tersebut menjadi berhasil. Entah menggunakan metode yang kreatif sampai media pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran di kelas di katakan berhasil apabila siswa paham dan mengerti apa yang sudah di sampaikan guru. Saya teringat sebuah kata-kata bijak "apabila kamu mendengar kamu akan ingat, apabila kamu melihat kamu akan paham, apabila kamu melakukan kamu akan mengerti". Jadi, apabila seorang guru mengajar hanya dengan metode ceramah, maka maksimal siswa hanya bisa mengingatnya (tergantung siswa). Kalau di kelas siswa di suruh memperhatikan guru mendemontrasikan suatu materi pembelajaran, maksimal capaian siswa adalah paham. Sedangkan apabila siswa yang mendemontrasikan suatu materi pembelajaran tersebut maka siswa tersebut akan mengerti.

Sebenarnya ada banyak cara supaya pembelajaran di kelas mendapat predikat berhasil. Salah satunya adalah dengan cara membuat pembelajaran di kelas tersebut menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Seperti yang dikatakan Dave Meier bahwa belajar menyenangkan adalah sistem pembelajaran yang berusaha untuk membangkitkan minat, adanya keterlibatan penuh, dan terciptanya makna, pemahaman, nilai yang membahagiakan pada diri siswa.
 
Seperti halnya ungkapan yang dipromosikan oleh Mihaly Csikszentmihalyi ”Syarat bagi pembelajaran yang efektif adalah dengan menghadirkan lingkungan seperti masa kanak-kanak”. (bukan ”kekanak-kanakkan”)  melainkan yang mendukung dan menggembirakan (”bermain”). Dan lebih lanjutnya Csikszentmihalyi katakan ”Selama beberapa tahun pertama kehidupan, setiap anak adalah ”mesin belajar” kecil yang tidak kenal lelah mencoba lagi gerakan-gerakan baru, kata-kata baru, setiap hari. Perhatikanlah dengan saksama, pusatkanlah pada wajah seorang anak tatkala belajar ketrampilan baru.

Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk meningkatkan kualitasnya dalam mendidik peserta didik. Untuk itu, guru harus mengetahui hakikat belajar dan pembelajaran yang baik. Keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pemahaman guru terhadap hakikat tersebut.Selain dapat meningkatkan semangat belajar, pembelajaran yang menarik dan menyenangkan juga memicu seorang guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam menyampaikan materi pelajaran. Disinilah tingkat kekreativitasan dan keterampilan mendidik siswa akan terlihat, sehingga guru harus pandai memutar otak.Harapannya, dengan terciptanya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, akan tercapai pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Seperti apa pembelajaran yang menyenangkan? menurut saya pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran yang mampu membuat siswa belajar dengan menyenangkan atau dapat dikatakan belajar sambil bermain. Ada banyak cara membuat pembelajaran menjadi menyenangkan sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing.

Saya pribadi pernah melakukan survei terhadap siswa saya yang kebetulan berada di kelas V di SDN Burum, Sekolah yang berada di salah satu daerah di Kabupaten Tabalong. Salah satu pertanyaan yang saya survei adalah "bagaimana pembelajaran yang diinginkan?". Hasilnya, 90% siswa menjawab dengan permainan. Setelah itu saya mencoba berbagai macam permainan untuk meningkatkan hasil belajar siswa-siswa saya. Dengan harapan ketika saya menggunakan metode yang menyenangkan, saya dapat meningkatkan hasil belajar atau meningkatkan pemahaman siswa-siswa saya. 

Ada beberapa contoh yang pernah saya gunakan dalam kegiatan pembelajaran.

1. Permainan Ular Tangga
pada permainan ular tangga yang saya gunakan sebenarnya  memiliki peraturan yang sama dengan permainan ular tangga biasa. Hanya saja dimodifikasi sedikit guna kegiatan pembelajaran. pertama siswa di kelas di bagi menjadi 3 kelompok, setiap siswa dalam kelompok mendapat satu kali giliran melempar dadu. setiap mendapat giliran, pemain di beri pertanyaan tentang pembelajaran. apabila dia tidak bisa menjawab maka tidak boleh melempar dadu. permainan selesai ketika salah satu kelompok berhasil mencapai finish.

2. Permainan Dakon KPK dan FPB
Dakon merupakan salah satu permainan tradisional yang sangat menyenangkan. menurut saya sangat efektik ketika saya gunakan dalam materi KPK dan FPB. untuk lebih jelas silakan klik di link berikut Blog Miftah

3. Permainan peta harta karun
 siswa dibagi menjadi 2 kelompok. masing-masing kelompok di beri sebuah peta rahasia yang hanya di tunjukkan kepada ketua kelompok. selanjutnya ketua kelompok menyampaikan kepada anggotanya jalur peta menuju harta karun (finish). setiap kotak yang di lalui diberikan petunjuk tentang materi IPA. Jadi setiap satu langkah perjalanan yang dalam permainan ini berbentuk satu kotak, diberikan satu petunjuk/soal tentang materi pembelajaran. Kelompok yang pertama mencapai finish adalah kelompok yang menang.

Beberapa contoh permainan di atas adalah beberapa permainan yang pernah saya terapkan di kelas saya. Dalam permainan di atas tidak ada aturan baku dalam aturan permainannya. Aturan permainannya disesuaikan dengan materi ataupun kreatifitas guru sendiri dengan menggunakan metode ATM (amati, tiru dan modifikasi). 

Masih banyak lagi permainan yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Yang penting mampu membuat siswa berhasil dalam pembelajaran tersebut. Untuk teman-teman lainnya yang ingin memberikan masukan atau kritik silakan tulis di kolom komentar, terima kasih.

Saturday, October 7, 2017

Contoh RPP dan Pengertian Model Pembelajaran Inquiry

Suatu pembelajaran biasanya akan lebih efektif jika suatu pembelajaran tersebut didesain supaya menyenangkan bagi siswa. Salah satunya yaitu dengan model Pembelajaran Inqury. Apa model Inquiry tersebut? bagaimana langkah-langkahnya? adakah contoh RPP dengan model Inquiry? untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita simak penjelasan di bawah ini.
 

Pengertian model pembelajaran inquiry
“Inkuiri yang dalam bahasa inggris inquiry, berarti pertanyaan, pemeriksaan penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan untuk mencari atau memahami informasi.
Menurut E. Mulyasa inquiry adalah cara menyadari apa yang telah dialami. Sistem belajar mengajar ini menurut siswa berpikir. Model pembelajaran ini menempatkan siswa pada situasi yang melibatkan mereka pada kegiatan intelektual, dan memproses pengalaman belajar menjadi sesuatu yang bermakna.
Sedangkan menurut Gulo dalam bukunya Trianto mendesain model pembelajaran inovatif progresif inquiry adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Tujuan dan manfaat model pembelajaran inquiry
Seorang guru menggunakan model pembelajaran inquiry dengan tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti pemecahan masalah itu sendiri, mencari sumber dan belajar bersama di dalam kelompok. Diharapkan juga siswa mampu mengemukakan pendapatnya, berdebat, menyanggah, dan memperhatikan pendapatnya, menumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka dan lain sebagainya.

Tujuan pelaksanaan inquiry adalah mengarah pada peningkatan kemampuan baik dalam bentuk kognitif, afektif, maupun psikomotor. Hal ini tidak terlepas dari perencanaan (kurikulum) pengajaran, sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai sesuai pemilihan metode yang dilakukan.
Manfaat diterapkannya model pembelajaran inquiry sebagai berikut :
1) Model pembelajaran ini akan meningkat potensi intelektual siswa. Melalui model pembelajaran ini, siswa diberi kesempatan untuk mencapai dan menemukan hal-hal yang saling berhubungan melalui pengamatan dan pengalamannya sendiri.
2) Jika siswa telah berhasil dalam penemuannya, ia akan memperoleh kepuasan intelektual, yang dating dari diri siswa sendiri dan merupakan suatu hadiah intrinsik.
3) Belajar bagaimana melakukan penemuan hanya dapat dicapai secara efektif melalui proses melakukan penemuan.
4) Melalui penemuan sendiri, dan menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan, tak mudah dilupakan.
Macam-macam Pelaksanaan Model Pembelajaran Inquiry
Sund dan Trow Bridge mengemukakan tiga macam model inquiry, sebagai berikut :
1) Guide Inquiry (Inquiry terbimbing)
Pembelajaran inquiry terbimbing yaitu suatu model pembelajaran inquiry yang dalam pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk cuku luas kepada siswa. Sebagian perencanaannya dibuta oleh guru , siswa tidak merumuskan problem atau masalah. Dalam pembelajaran inkuiri terbimbing guru tidak melepas begitu saja kegiatankegiatan yang dilakukan oleh siswa. Guru harus memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan sehingga siswa yang berifikir lambat atau siswa yang mempunyai intelegensi rendah tetap mampu mengikuti kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan dan siswa mempunyai tinggi tidak memonopoli kegiatan oleh sebab itu guru harus memiliki kemampuan mengelola kelas.
Inquiry terbimbing biasanya digunakan terutama bagi siswa-siswa yang belum berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri.Pada tahap-tahap awal pengajaran diberikan bimbingan lebih banyak yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah agar siswa mampu menemukan sendiri arah dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang disodorkan oleh guru. Pertanyaan pertanyaan pengarah selain dikemukakan langsung oleh guru juga diberikan melalui pertanyaan yang dibuat dalam LKS. Oleh sebab itu LKS dibuat khusus untuk membimbing siswa dalam melakukan percobaan menarik kesimpulan..
2) Modified Inquiry ( inquiry yang dimodifikasi)
Model pembelajaran inkuiri ini memiliki ciri yaitu guru hanya memberikan permasalahan tersebut melalui pengamatan, percobaan, atau prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban. Disamping itu , guru merupakan nara sumber yang tugasnya hanya memberikan bantuan yang diperlukan untuk menghindari kegagalan dalam memecahkan masalah.
3) Free Inquiry (inquiry bebas)
Pada model ini siswa harus mengidentifikasikan dan merumuskan macam problema yang dipelajari dan dipecahkan. Jenis model inkuiri ini lebih bebas daripada kedua jenis inquiry sebelumnya.
d. Proses Model Pembelajaran Inquiry
Mengingat belajar proses bagi siswa dalam membangun pemahaman atau gagasan sendiri, maka kegiatan pembelajaran hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan hal itu secara lancar dan termotivasi. Suasana belajar yang diciptakan guru harus melibatkan siswa secara aktif : mengamati, bertanya, mempertanyakan, menjelaskan, dan sebagainya. Situasi seperti itu sangat cocok dengan metode inquiry yangmemberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari dan menemukan konsep konsep sendiri. Pembelajaran inquiry merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia, atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran inquiry
Metode inquiry memiliki kelebihan dan kelemahan. Adapun keunggulan metode inquiry adalah sebagai berikut :
1) Mendorong siswa berpikir secara ilmiah dalam setai pemecahan masalah yang dihadapi
2) Membantu dalam menggunakan ingatan, dan transfer pengetahuan pada situasi proses pengajaran
3) Mendorong siswa untuk berfikir kreatif dan intuitif, dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri
4) Menumbuhkan sikap obyektif, jujur dan terbuka
5) Situasi proses belajar mengajar menjadi hidup dan dinamis
Inquiry menyediakan siswa beranekaragam pengalaman konkrit dan pembelajaran aktif yang mendorong dan memberikan ruang dan peluang kepada siswa untuk mengambil inisiatif dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penelitian sehingga memungkinkan mereka menjadi seorang yang belajar sepanjang hayat.
Inquiry melibatkan komunikasi yang berarti tersedia dalam satu ruang, peluang dan tenaga bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan dan pandangan yang logis, obyektif dan bermakna, dan untuk melaporkan hasil-hasil kerja siswa. Pembelajaran inquiry memungkinkan guru belajar tentang siapakah siswa mereka, apa yang siswa ketahui, dan bagaimana pikiran siswa dalam bekerja, sehingga guru dapat menjadi fasilitator yang lebih efektif berkat adanya pemahaman guru mengenai siswa mereka.
Di samping memiliki beberapa keunggulan, metode inquiry juga mempunyai kelemahan. Berikut ini kelemahan metode inquiry :
1) Memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Bagi guru yang terbiasa dengan cara tradisional, merupakan beban yang memberatkan
2) Pelaksanaan pengajaran melalui metode ini, dapat memakan watu yang cukup panjang. Apalagi proses pemecahan masalah itu memerlukan pembuktian secara ilmiah
3) Proses jalannya inquiry akan menjadi terhambat, apabila siswa telah terbiasa cara belajar “nrimo” tanpa kritik dan pasif apa yang diberikan oleh gurunya
4) Tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Akan tetapi justru memerlukan pengulangan dan penanaman nilai. Misalnya pada pengajaran agama, mengenai keimanan, ibadah dan akhlak.
Melihat kelemahan tersebut di atas, maka para pendidik dituntut untuk benar-benar menguasai konsep dasar serta pandai merangsang atau memberikan motivasi kepada siswa. Tujuan yang dinginkan harus benarbenar jelas serta pendidik dituntut untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat mengarahkan pada tujuan. Diperlukan kombinasi dalam pembelajarannya yaitu guru tidak sepenuhnya melepas siswa untuk menemukan konsep sendiri, melainkan dapat dikolaborasikan dengan teman; untuk mengantisipasi kelas besar, maka tenaga pendidik harus disesuaikan dengan kondisi siswa, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Pada metode inquiry yang dipelajari siswa merupakan hal baru, belum diketahui sebelumnya. Oleh karena itu beberapa instruksi atau petunjuk perlu diberikan kepada siswa apabila mereka belum mampu menunjukkan ide atau gagasan. Dalam menemukan konsep yang dipelajari, sebaiknya siswa tidak tersesat atau merasa kesulitan. Bimbingan tersebut dapat dimulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan dengan memberikan sedikit informasi secara singkat.
untuk contoh RPP silakan download pada link di bawah ini :

Wednesday, October 4, 2017

Cara Mengarsipkan File Supaya Mudah Dicari

Anda seorang pegawai kantoran? atau seorang pegawai tata usaha sekolah? anda pasti tidak asing dengan tumpukan file atau berkas dalam bentuk hard copy menumpuk di ruangan anda. Tentu saja hal tersebut akan mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja. di dalam lemari, di lantai, bahkan sampai dengan di atas meja penuh dengan tumpukan kertas, map dan kumpulan berkas-berkas yang sangat tidak mungkin untuk kita buang atau kita bakar.



sekarang mari kita hitung-hitungan, karena saya bekerja sebagai seorang guru sekaligus bagian tata usaha di salah satu sekolah dasar di kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. di sekolah setiap bulan di harus kan untuk melaporkan data guru dan siswa selama satu bulan yang terdiri dari beberapa rangkap. biasanya 1 rangkap itu terdiri dari 5-6 lembar. Kalau 1 tahun berarti 12 x 6 = 72 lembar. Kalau 10 tahun berarti 10 x 72 = 720 lembar. itu baru untuk arsip laporan bulanan. Belum arsip data siswa pertahun, arsip data guru, dan lain-lain.



Coba kita bayangkan memiliki arsip segunung, kemudian kita ingin mencari salah satu arsip yang mungkin hanya terdiri dari beberapa halaman. tentu saja pencarian data tersebut akan memakan waktu yang mungkin bisa berjam-jam, atau mungkin berhari.

Bagaimana cara kita agar mengurangi tumpukan-tumpukan arsip tersebut? atau supaya kita bisa lebih cepat untuk melakukam pencarian terhadap arsip file tersebut. Sebenarnya mudah saja, tinggal kita bakar beres (hehe). Ada berbagai cara untuk mempermudah kita dalam menyusun, mengurutkan, dan mencari arsip file yang kita perlukan.

Cara pertama :

Hampir setiap orang pada zaman sekarang sudah memiliki perangkat android. Sepertinya itu sudah menjadi  suatu kebutuhan yang sangat penting. cara pertama ini adalah dengan memanfaatkan fitur kamera yang ada pada android/smartphone anda. setiap file tinggal kita foto satu persatu kemudian tinggal di masukkan kedalam hard drive untuk di kumpulkan atau di kelompokkan menurut kelompoknya. hasilnya sangat tergantung dari kualitas kamera yang ada pada smartphone tersebut. karena semakin jernih resolusi kameranya tentu semakin bagus foto yang di hasilkan. tinggal bagaimana kita menyusun dengan sedemikian rupa untuk mempermudah pencarian file tersebut.



Cara kedua :

Setiap kantor biasanya pasti memiliki printer yang memiliki fitur Scanner , kita dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk menyimpan arsip-arsip kita dalam bentuk soft file yang tentu saja mempermudah pencarian dan penyunan sehingga mudah untuk ditemukan. caranya tidak jauh beda dengan menggunakan kamera, hanya saja denga scanner file tersebut bisa langsung tersimpan di hard drive, dan tentu saja hasilnya lebih bagus dari pada kamera smartphone karena scanner memang dikhususkan untuk hal tersebut. untuk cara penggunaan scanner silakan teman-teman mencarinya di mbah google karena banyak tersedia toturialnya.



Dari 2 cara di atas, kita dapat mengurangi tumpukan arsip yang ada di kantor kita. juga tentu saja dapat mempermudah pencarian file tersebut jika sewaktu-waktu diperlukan tanpa membongkar tumpukan-tumpukan yang lain.

Namun dengan cara ini hanya bisa mengurangi, karena kebiasaan yang diperlukan adalah hard copy dari file tersebut. Jadi paling tidak dengan 2 cara di atas kita dapat mengurangi tumpukan dan dapat dengan mudah mengakses file tersebut jika suatu saat diperlukakan

Sunday, August 6, 2017

Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan



            Setiap guru pasti berharap dan berusaha untuk membuat siswa-siswanya menjadi mengerti dan paham terhadap segala pelajaran yang disampaikannya. Secara teori ada berbagai macam cara agar tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai, seperti dengan menggunakan media pembelajaran, berbagai model pembelajaran dan lain-lain. Salah satu cara agar tujuan tersebut tercapai adalah dengan cara membuat suasana pelajaran tersebut menjadi menyenangkan.

            Bagaimana suatu pembelajaran yang  menyenangkan tersebut?  Secara sederhana pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang membuat orang yang terlibat dalam pembelajaran tersebut menjadi senang. Karena dengan kesenangan tersebut dapat meningkatkan kesuksesan tercapainya suatu pembelajaran. Seperti yang dikatakan (2009) pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan Socio emotional climate positif. Peserta didik merasa bahwa proses belajar yang dialaminya bukan sebuah derita yang mendera dirinya, melainkan berkah yang harus disukurinya. Belajar bukanlah tekanan jiwa pada dirinya, namun merupakan panggilan jiwa yang harus ditunaikannya.

                Tetapi Pembelajaran menyenangkan bukan berarti selalu diselingi dengan lelucon, banyak bernyanyi atau tepuka tangan yang meriah, tetapi pembelajaran yang menyenangkan itu dapat dikatakan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks, bebas dari tekanan, aman dan menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, perasaan gembira, konsentrasi tinggi. Sementara sebaliknya pembelajaran menjadi tidak menyenangkan apabila suasana tertekan, perasaan terancam, perasaan menakutkan, merasa tidak berdaya, tidak bersemangat, malas/tidak berminat, jenuh/bosan, suasana pembelajaran monoton, pembelajaran tidak menarik siswa. (Dra. Indrawati, M.Pd dan Drs. Wawan Setiawan: 2009)

                Kenapa pembelajaran yang menyenangkan dapat mempengaruhi tingkat kesuksesan suatu pembelajaran? Karena Kejenuhan belajar dapat menimbulkan dampak buruk pada kondisi psikologis individu dan pencapaian prestasinya. Cherniss (1980:65) mengungkapkan bahwa dampak psikis dari kejenuhan akan berakibat  pada kemandekan pencapaian prestasi individu secara personal, akademik,sosial atau professional. 

Sedangkan Sugara (2011 : 19) mengemukakan bahwa dampak dari kejenuhan  belajar adalah menjadikan siswa tidak produktif  dalam belajar dan potensi yang dimilikinya terhambat. Selain itu, bentuk resistensi lain dari kejenuhan belajar juga mengakibatkan proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan tidak kondusifnya iklim emosional di dalam kelas. Hal ini terjadi karena siswa mengalami keletihan secara fisik, mental dan emosional.

Apabila kejenuhan tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka hampir dapat dipastikan tujuan pembelajaran tersebut semakin menjauhi standar keberhasilan yang sudah ditetapkan.

Bagaimana cara membuat suatu pembelajaran tersebut menjadi menyenangkan? Seperti pendapat Linanurley dalam blognya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pendidik atau guru agar suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, yaitu :
1.      Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat
Menciptakan awal yang berkesan sangat penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Jika awalnya baik, menarik, dan memikat, maka proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan.
Dengan hal tersebut, di setiap awal pertemuan pembelajaran guru harus memberikan sapaan yang membuat siswa bersemangat misalnya “Selamat pagi anak-anak, apa kabar hari ini? Sudah pada sarapan semuanya? Haayoo, yang lemas jawabnya berarti belum sarapan ya ?” dengan pertanyaan seperti itu atau pertanyaan yang lain sebagainya berlaku positif dapat membangkitkan semangat siswa untuk dapat memulai pelajarannya di hari itu. Dan dengan perilaku guru yang ramah, siswa merasa lebih dekat dengan gurunya dan dapat membuat siswa lebih aktif.

2.      Menciptakan Suasana Rileks
Menciptakan suasana rileks dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. Hal ini dapat dilakukan seperi menata ruang kelas dibentuk secocok mungkin, mengatur ventilasi dan tata cahaya. Selain itu hal yang berkenaan siswa jika ada kesalahan ketika menjawab sebuah pertanyaan dari guru jangan di tegur atau di marahi tapi guru hanya dapat menjawab “tidak apa-apa, namanya juga belajar.” Dengan demikian siswa tidak akan takut untuk mencoba menjawabnya lagi dilain waktu.

3.      Memotivasi Siswa
Pembelajaran tidak akan bermakna jika para siswa tidak termotivasi untuk belajar. Maka dari itu perlunya dorongan untuk membangkitkan siswa. Guru wajib berupaya sekeras mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Secara khusus guru perlu melakukan berbagai upaya secara nyata untuk meningkatkan motivasi belajar siswanya, misalnya berupa stimulus model pembelajaran yang menarik memungkinkan respon yang baik dari siswa. Respon yang baik tersebut akan membuat siswa menjadi terdorong untuk mengikuti proses pembelajaran dengan penuh perhatian dan antusias tanpa mengikuti pembelajaran dengan terpaksa atau asal-asalan.

4.      Menggunakan Ice Breaking
Tujuan ice breaking adalah pencair suasana agar dalam kondisi yang optimal. Semua guru tentunya pernah mengalami situasi belajar yang beku dan membosankan. Dengan adanya ice breaking dapat dilakukan pada awal jam masuk atau saat jam terakhir ketika siswa sudah merasakan kejenuhan.
Ice breaking dapat mengembalikan konsentrasi siswa yang sudah tidak fokus. Ice breaking dapat dilakukan kurang lebih 15 menit. Ice breaking bisa berupa yel-yel, menyanyi, gerak dan gerak lagu, gerak anggota badan dan games.

5.      Menggunakan Metode yang Bervariatif
Metode adalah cara atau teknik untuk mencapai tujuan khusus tertentu. Karena dalam pembelajaran itu biasanya terdapat lebih dari satu metode yang digunakan. Meskipun pada dasarnya satu metode bisa digunakan untuk mencapai lebih dari satu tujuan, akan tetapi untuk pertimbangan variasi dan motivasi belajar siswa sebaiknya pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi.
Dengan metode yang bervariatif guru tidak hanya terpaku menggunakan satu metode saja tetapi dapat melakukan beberapa metode seperti metode ceramah, selain itu metode Tanya jawab, metode diskusi, metode latihan, metode demonstrasi dan eksperimen, metode karyawisata, metode kerja kelompok. Dari satu metode guru dapat melakukan dengan hal yang berbeda dan hrus lebih kreatif lagi.

6.      Pemilihan Media Pembelajaran
Menentukan jenis media pembelajaran harus diperhatikan dengan benar, yang akan guru buat itu apakah semacam alat bantu guru dalam mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah.­­­

            Hal senada juga dikatakan ef.co.id dalam blognya, Dia memberikan 3 tips untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yaitu :
1. Dekorasi ruangan
Buatlah ruang kelas terlihat ceria dengan memberikan berbagai hiasan pada dinding kelas. Selain sebagai dekorasi, hiasan dinding ini juga bermanfaat untuk membantu proses belajar mengajar. Misalnya, tempelkan berbagai gambar hewan atau tumbuhan pada dinding kelas, dan berikan keterangan dalam bahasa inggris. Secara tidak langsung, anak akan mengenal bahasa inggris dari berbagai hewan dan tumbuhan yang tertempel pada dinding. Cara ini akan lebih efektif dibandingkan meminta anak menghafalkannya dari kamus.
2. Manfaatkan beragam media
Guru bisa memanfaatkan berbagai media untuk membantunya mengajar, misalnya seperti menggunakan boneka peraga saat ingin mengajar dengan cara mendongeng. Selain itu, guru juga bisa mengajak muridnya menyaksikan berbagai video anak-anak yang menggunakan bahasa inggris.
3. Cara mengajar
Ingatlah bahwa anak lebih suka bermain daripada belajar, karena itulah guru harus mampu membuat suasana belajar seperti sedang bermain. Guru juga bisa memperkenalkan berbagai kosakata melalui lagu. Ajak murid menyanyikan lagu yang berisi berbagai kosakata benda yang ada disekitarnya.
Suasana kelas yang menyenangkan, akan membuat anak menjadi lebih bersemangat setiap kali akan berangkat ke lembaga kursus untuk belajar.

Indien juga berpendapat lewat blognya, Dia menjelaskan ada 8 cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, yaitu :
1.      Menggunakan Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.

2.      Memberi Penguatan
Penguatan merupakan respons terhadap suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal berupa kata-kata dan kalimat pujian dan secara non verbal  yang dilakukan dengan gerakan mendekati peserta didik dan kegiatan yang menyenangkan. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan membina perilaku yang produktif.

3.      Mengadakan Variasi
Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun , dan penuh partisipasi.

4.      Menjelaskan
Penggunaan penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Perencanaan meliputi isi pesan yang akan disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik.
  2. Penyajian dapat menggunakan pola induktif yaitu memberikan contoh terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan umum dan pola deduktif yaitu hukum atau rumus dikemukakan lebih dahulu lalu diberi contoh untuk memperjelas rumus dan hukum yang telah dikemukakan.

5.      Membuka dan menutup pelajaran
Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan  secara profesional akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran  yang akan disajikan.

6.      Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan dan memecahkan masalah

7.      Mengelola Kelas 
Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah; kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri.

8.      Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.

            Dari berbagai uraian di atas, terdapat berbagai macam cara untuk dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan.  Atau mungkin ada tambahan dari teman-teman sesame guru. Itu tinggal bagaimana kita menerapkannya di tempat tugas kita masing-masing.

Thursday, April 6, 2017

Contoh RPP dengan Model Pembelajaran Take And GIve

Dalam kegiatan belajar mengajar, salah satu yang harus di capai adalah tujuan pembelajaran yang terdapat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Terdapat berbagai macam cara yang dapat meningkatkan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran.

pada postingan kali ini, akan di bahas model pembelajaran Take and Give. mencakup pengertian, langkah-langkah, kelebihan serta kekurangan dilengkapi dengan contoh RPP dengan menggunakan model Take and Give.

baca juga : contoh RPP dengan model NHT

Take and Give secara bahasa berarti "saling membagi dan menerima". hal itu senada dengan pendapat Huda (2013, hlm.241) Take and Give merupakan model pembelajaran yang didukung oleh penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada siswa. didalam kartu, ada catatan yang harus dikuasai atau dihafal masing-masing peserta didik. Peserta didik kemudian mencari pasangannya masing-masing untuk bertukar pengetahuan sesuai dengan apa yang didapatnya di kartu, lalu kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mengevaluasi peserta didik dengan menanyakan pengetahuan yang mereka miliki dan pengetahuan yang mereka terima dari pasangannya. Beberapa ahli percaya bahwa suatu mata pelajaran benar-benar dikuasai banyak, apabila peserta didik mampu mengajarkannya pada peserta didik yang lain.

 Model Pembelajaran menerima dan memberi (Take and Give) merupakan model pembelajaran yang memiliki sintaks, menuntut siswa mampu memahami materi pelajaran yang diberikan  guru dan teman sebayanya (siswa lain). 
Kelebihan: 
  • Siswa akan lebih cepat memahami penguasaan materi dan informasi karena mendapatkan informasi dari guru dan siswa yang lain.
  • Dapat menghemat waktu dalam pemahaman dan  penguasaan siswa akan informasi. 
Kelemahan:
  • Bila informasi yang disampaikan siswa kurang tepat (salah) maka informasi yang diterima siswa lain pun akan kurang tepat. 
 sebelum melaksankan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model  Take and Give  siapkan terlebih dahulu kartu yang berisi nama siswa, bahan ajar dan nama yang diberi informasi. contoh kartu dapat dilihat pada gambar di bawah :
 

Dalam melakukan metode take and give ini ada beberapa yang langkah yang harus dilakukan oleh pendidik  yaitu :
  1. Siapkan kelas sebagaimana mestinya.
  2. Jelaskan materi sesuai topik menit.
  3. Untuk memantapkan penguasaan peserta, tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit.
  4. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control.
  5. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing.
  6. Untuk mengevaluasi keberhasilan, berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain).
  7. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan.
  8. Kesimpulan.
sumber : http://www.asikbelajar.com/2014/09/model-pembelajaran-take-and-give.html 
 
untuk lebih jelas nya silakan unduh contoh RPP dengan model pembelajaran Take and Give pada link di bawah ini :
 


Pembelajaran yang Menyenangkan dengan Permainan

Pendidikan tidak pernah lepas dari kehidupan dari masa ke masa. Dari masa kids zaman old hingga kids zaman now yang serba canggih. Terl...